Begini Karakter Orang Cerdas Menyerap Informasi - MasterJurnal
Cari Jurnal Ilmiah? Tinggal Klik-Klik, Beres!

Begini Karakter Orang Cerdas Menyerap Informasi

Oleh Staf MasterJurnal • 3 June 2013 • Kategori: Blog

about

Jakarta — Orang dengan tingkat kecerdasan tinggi ternyata lebih lambat dalam mendeteksi benda dengan latar belakang yang bergerak. Hal ini dikarenakan otak mereka menghalangi masuknya informasi tidak penting, demikian diungkapkan para ilmuwan Amerika. Namun orang-orang ber IQ tinggi ini amat bagus dalam mendeteksi gerakan benda-benda kecil, demikian diungkapkan hasil penelitian yang dilakukan pada 53 orang dan dipublikasikan di jurnal Current Biology.

Hasil riset ini membantu para ilmuwan dalam memahami hal-hal yang membuat sebuah otak lebih efisien dan lebih cerdas. Dalam penelitian ini, orang-orang diminta untuk menyaksikan klip video dengan balok hitam-putih bergerak melintasi layar komputer. Beberapa klip kecil mengisi bagian tengah layar, sementara yang lainnya memenuhi layar.

Tugas perorangan dari peserta ialah mengidentifikasi gerakan dari balok-balok tersebut, ke kanan atau ke kiri. Partisipan juga mengikuti tes intelegensia.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang dengan skor IQ lebih tinggi ternyata lebih singkat dalam memperhatikan gerakan balok waktu mengamati gambar yang paling kecil. Tetapi mereka lambat dalam mendeteksi gerakan dalam gambar yang lebih besar.

Michael Melnick dari University of Rochester, yang terlibat dalam penelitian ini menjelaskan bahwa hasil riset amat jelas. “Dari penelitian sebelumnya kami telah menduga bahwa semua partisipan tidak bagus dalam mendeteksi gerakan dari gambar yang lebih besar, tetapi mereka yang ber-IQ lebih tinggi, hasilnya lebih buruk lagi,” ujar dia seperti dikutip situs BBC edisi 24 Mei 2013.

Melnick menjelaskan bahwa dalam banyak kasus, gerakan latar belakang kurang penting dibandingkan gerakan objek bergerak di depan, contohnya mengemudi mobil, berjalan menuruni lapangan atau menggerakkan mata ke seluruh ruangan.

Saat IQ seseorang meningkat, demikian juga kemampuan dia untuk menghalangi gangguan gerakan dari latar belakang dan berkonsentrasi di bagian depan. Dalam penelitian awal terhadap 12 orang, ada 64 persen hubungan antara tekanan gerakan dan skor IQ. Dalam penelitian yang lebih besar pada 53 orang, hubungan itu ditemukan sebesar 71 persen.

Sebaliknya, penelitian sebelumnya mengenai hubungan antara kecerdasan dan reaksi waktu, diskriminasi warna dan sensitivitas nada ditemukan hanya mempunyai korelasi 20-40 persen. Namun kemampuan untuk mengabaikan gerakan latar belakang bukanlah satu-satunya indikator kecerdasan.

“Karena kecerdasan merupakan sesuatu yang luas, Anda tidak dapat melacaknya hanya pada satu bagian otak saja,” ujar Duje Tadin yang juga terlibat dalam riset ini. Namun, ia menambahkan, “karena tugas ini amat simpel dan amat erat hubungannya dengan IQ, maka hal itu memberikan petunjuk mengenai hal yang membuat otak lebih efisien, sehingga menjadi lebih cerdas.”

“Kita tahu dari penelitian sebelumnya bagian tertentu dari otak yang terlibat dalam tekanan visual pada gerakan latar belakang,” ujar Tadin. “Hubungan baru dengan kecerdasan ini memberikan target yang bagus untuk mencari perbedaan mengenai proses neural, apa yang berbeda dengan neurochemistry, apa yang berbeda dengan neurotransmitter pada orang dengan IQ yang berbeda-beda.”

*) Tempo.co, 28 Mei 2013

 
Total 5483 mahasiswa telah terdaftar. Buruan Gabung!
"Cari Jurnal lebih mudah dan cepat berkat MasterJurnal.com", Simak Apa kata mereka >> Disini <<
Promo Diskon 50% sebelum 1 Januari 2015, info lengkap: Klik Disini >>>

    Customer Support

    Download Jurnal Ilmiah Lokal & Internasional - MasterJurnalHalo! Adakah yang bisa kami bantu? :) .
    Cek dahulu halaman FAQs kami.

     
    Download Jurnal Ilmiah Lokal & Internasional - MasterJurnal