Jurnal Kesehatan atau Jurnal Hukum Kesehatan? - MasterJurnal
Cari Jurnal Ilmiah? Tinggal Klik-Klik, Beres!

Jurnal Kesehatan atau Jurnal Hukum Kesehatan?

Oleh Staf • 4 June 2016 • Kategori: Blog

about

Jurnal kesehatan sering rancu dengan jurnal hukum kesehatan. Hal ini dikarenakan tipisnya perbedaan topik kesehatan dan hukum kesehatan. Pada artikel tentang Euthanasia, misalnya, jurnal kesehatan akan membahas jenis-jenis euthanasia dan tindakan euthanasia. Selain itu, efek euthanasia pada pasien dapat pula menjadi bagian dari jurnal kesehatan. Namun demikian, apabila telah melampaui itu dan mencakup masalah hukum kesehatan dan sah tidaknya tindakan euthanasia, jurnal sudah dapat dikategorikan ke dalam jurnal hukum kesehatan. Berikut adalah contoh pendahuluan dan rumusan masalah jurnal kesehatan yang telah masuk ke dalam ranah jurnal hukum kesehatan.

A. PENDAHULUAN
Setiap manusia yang dilahirkan ke dunia ini akan mengalami kematian. Kelahiran dan kematian adalah hukum alam yang hanya dapat ditentukan oleh Tuhan. Saat ini, dengan berbagai macam ilmu pengatahuan dan teknologi yang semakin mutakhir, mungkin manusia telah mampu untuk menentukan kapan seorang bayi dapat dilahirkan, tetapi dalam hal kematian, tak satupun manusia dapat menentukannya secara pasti, karena itu adalah rahasia Tuhan. Berbicara masalah hidup dan mati, setiap manusia mempunyai hak untuk hidup sejak ia masih dalam kandungan yang sepenuhnya dilindungi oleh Negara. Bagaimana dengan hak mati, apakah Negara juga mengatur tentang hal tersebut? Berdasarkan pertanyaan tersebut muncul istilah euthanasia di kalangan medis dan kedokteran. Seorang pasien yang menderita sakit yang berkepanjangan dan dinyatakan sudah tidak dapat disembuhkan, meminta dokter untuk segera mengakhiri penderitaannya tersebut. Hal ini tentu saja akan menjadi masalah dilematis bagi dokter untuk dapat mengabulkan permintaan dari pasien tersebut. Di satu sisi sang dokter merasa iba dan kasihan akan penderitaan pasien tersebut, dan di sisi lainnya dokter juga harus memegang teguh etika profesi dokter. Pada hakikatnya profesi seorang dokter adalah menyembuhkan dan meringankan penderitaan pasien, bukan untuk membunuh pasiennya.

Semakin banyaknya masalah euthanasia yang dihadapi oleh para dokter semakin banyak menimbulkan polemik dari berbagai kalangan. Pro dan kontra bermunculan dari berbagai sudut pandang. Euthanasia dipandang dari norma, hak asasi, etika, agama dan hukum sebenarnya memang perbuatan yang dilarang dan melanggar hukum, karena pada dasarnya euthanasia adalah perbuatan pembunuhan. Sebagain kelompok yang berpendapat setuju dengan euthanasia berpendapat bahwa euthanasia dilakukan dengan pertimbangan kemanusiaan yaitu rasa kasihan kepada pasien yang merasakan kesakitan yang berkepanjangan dan secara finansial juga membutuhkan biaya pengobatan yang cukup besar. Sedangkan kelompok yang kontra dengan euthanasia berpendapat bahwa euthanasia adalah perbuatan melanggar hukum yang sama dengan pembunuhan; yaitu tindakan menghilangkan nyawa seseorang. Dipandang dari sisi agama, euthanasia dipandang sebagai tindakan melawan kehendak Tuhan dalam menentukan kematian seseorang.

Di beberapa negara euthanasia dilegalkan dengan membuat undang-undang dan berbagai peraturan yang dapat melindungi pelaku euthanasia dari tuduhan perbuatan melawan hukum sehingga pelaku khususnya dokter yang mengambil tindakan euthanasia merasa aman dan terlindungi. Beberapa negara yang melegalkan euthanasia antara lain Belanda, Belgia, Kolombia, Swiss, serta ditoleransi di negara bagian Oregon di Amerika. Sedangkan sebagian negara yang melarang euthanasia di antaranya adalah Spanyol, Jerman dan Denmark karena menganggap euthanasia sebagai suatu kejahatan.
Di Indonesia sendiri sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai bagaimana hukum positif Indonesia dapat diterapkan pada kasus euthanasia dan bagaimana seharusnya hukum positif Indonesia mengatur secara khusus kasus euthanasia. Hal tersebut terjadi karena banyak macam euthanasia dan tindakan sejenis euthanasia atau euthanasia semu yang berlangsung di dunia medis dan pelayanan kesehatan Indonesia.

Dengan makin berkembanganya hukum kesehatan dan hukum kedokteran di Indonesia, maka hubungan dokter dan pasien berkembang dari vertical paternalistic kearah horizontal kontraktual. Dari semakin banyaknya masalah yang dihadapi oleh kalangan medis dan kedokteran berkaitan dengan euthanasia, maka penulis mencoba untuk mengulas tentang ketidak setujuan (kontra) euthanasia dalam perspektif medis dan kaitannya dengan etika profesi dokter.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana Euthanasia dalam perspektif medis?
2. Bagaimana pelaksanaan Euthanasia ditinjau dari etika profesi dokter?

 
Total 5473 mahasiswa telah terdaftar. Buruan Gabung!
"Cari Jurnal lebih mudah dan cepat berkat MasterJurnal.com", Simak Apa kata mereka >> Disini <<
Promo Diskon 50% sebelum 1 Januari 2015, info lengkap: Klik Disini >>>

    Customer Support

    Download Jurnal Ilmiah Lokal & Internasional - MasterJurnalHalo! Adakah yang bisa kami bantu? :) .
    Cek dahulu halaman FAQs kami.

     
    Download Jurnal Ilmiah Lokal & Internasional - MasterJurnal