Kelebihan dan Kekurangan Metode Wawancara dalam Penelitian - MasterJurnal
Cari Jurnal Ilmiah? Tinggal Klik-Klik, Beres!

Kelebihan dan Kekurangan Metode Wawancara dalam Penelitian

Oleh Staf MasterJurnal • 10 May 2013 • Kategori: Blog

about

Bailey (1978) dalam bukunya Methods of Social Research menguraikan beragam kelebihan dan kekurangan metode wawancara dalam suatu penelitian.

Kelebihan metode wawancara:

  • Flexibility. Pewancara dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada waktu itu. Bila dia menginginkan informasi yang mendalam maka dapat melakukan “probing”. Demikian pula jika ingin memperonleh informasi tambahan, maka dia dapat mengajukan pertanyaan tambahan. Bahkan jika sebuah pertanyaan dianggap kurang tepat ditanyakan pada waktu itu, dia dapat menundanya.
  • Response rate. Maknanya, wawancara cenderung ditanggapi secara lebih baik dibandingkan dengan kuesioner yang diposkan. Responden yang tidak mampu menulis atau membaca tetap dapat menjawab pertanyaan, demikian pula mereka yang malas menulis. Banyak responden yang lebih menyukai mengeluarkan pandangannya secara lisan daripada tulisan.
  • Nonverbal behavior. Pewawancara dapat mengobservasi perilaku nonverbal, Misalnya rasa suka, rasa tidak suka, atau perilaku lainnya pada waktu pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden.
  • Control over environment. Pewawancara dapat mengatur lingkungan di mana wawancara dilakukan, misalnya di ruangan tersendiri, atau tanpa kehadiran orang lain. Hal ini mencegah terjadinya jawaban yang diintervensi pihak lain.
  • Question order. Pertanyaan dapat diajukan secara berurutan sehingga responden dapat memahami maksud penelitian secara lebih baik. Hal ini juga dapat menjamin pertanyaan dapat terjawab semuanya, kecuali memang respondennya tidak bersedia menjawabnya.
  • Spontaneity. Pewawancara dapat merekam jawaban-jawaban yang spontan. Dalam hal tertentu jawaban spontan dapat lebih jujur dan informative, kurang normative.
  • Respondent alone can answer. Jawaban tidak dibuat oleh orang lain tetapi benar oleh responden yang telah kita tetapkan.
  • Completeness. Pewawancara dapat memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan yang diajukan.
  • Time of interview. Pewawancara dapat menyusun jadwal wawancara yang relatif pasti. Kapan, di mana, sehingga data yang diperoleh tidak keluar dari rancangan penelitian.
  • Greater complexity of questionnaire. Kuesioner umumnya berisikan pertanyaan yang gampang dijawab oleh responden. Melalui wawancara, dapat ditanyakan hal-hal yang rumit dan mendetail.

Kekurangan metode wawancara:

  • Cost. Biaya supervisi lapangan, biaya latihan pewawancara, biaya perjalanan serta pemondokan, imbalan untuk responden, dan lain sebagainya Di Amerika dan Eropa khususnya, biaya yang harus dikeluarkan untuk seorang responden dapat sampai dengan 100 dolar pada tahun 1995 (Cooper dan Emory). Artinya kalau respondennya 100 orang peneliti harus menyediakan uang sekitar 75 juta rupiah. Di Indonesia belum ada tarif yang dapat diterima umum ketika seorang peneliti mewawancarai responden
  • Time. Waktu wawancara tidak dapat dilakukan kapan saja. Kadang responden hanya punya waktu sedikit, sehingga untuk menjawab seluruh pertanyaan diperlukan beberapa kali wawancara. Berdasarkan pengalaman, penelitian yang sampelnya banyak dan secara geografis berbeda domisilinya, dapat memakan waktu sekitar enam bulan .
  • Interview bias. Walau telah dilakukan tatap muka, namun kesalahan bertanya dan juga kesalahan mentafsirkan jawaban, masih dapat terjadi. Sering terjadi atribut (macam kelamin, etnik, status sosial, jabatan, usia, pakaian, penampilan fisik, dsb) responden dan juga pewawancara mempengaruhi jawaban.
  • Inconvenience. Karena kesibukan atau alasan lainnya, tidak sedikit responden mau diwawancarai. Namjun, karena telah janji, responden tetap mau menjawab pertanyaan walau dalam kondisi tertekan, sakit, atau mengalami gangguan lainnya. Dan hal tersebut berpengaruh pada kualitas jawaban Berdasarkan banyak penelitian di bidang manajemen sumber daya manusia, pimpinan perusahaan lebih sering melarang peneliti mewawancari pegawainya. Kalau wawancara dilakukan di rumah juga sama. Mungkin mereka tidak punya waktu atau dapat juga karena mereka takut didatangi oleh orang asing.
  • Less anonymity. Dibanding melalui kuesioner, melalui wawancara responden sukar menyembunyikan identitas dirinya . Artinya pewawancara dapat dipandang mempunyai potensi yang dapat mengancam dirinya, sehingga jawaban harus dilakukan secara ekstra hati-hati. Apalagi jika jawabannya direkam melalui pita perekam.
  • Less standardized question wording. Pertanyaan sering kali kurang baku. Responden yang berbeda dapat ditanyakan dengan kalimat yang berbeda bahkan isinya berbeda pula. Fleksibilitas ternyata dapat merupakan kekuatan namun dapat pula merupakan kelemahan tenik wawancara.

*) Oleh Hasan Mustafa

 
Total 5483 mahasiswa telah terdaftar. Buruan Gabung!
"Cari Jurnal lebih mudah dan cepat berkat MasterJurnal.com", Simak Apa kata mereka >> Disini <<
Promo Diskon 50% sebelum 1 Januari 2015, info lengkap: Klik Disini >>>

    Customer Support

    Download Jurnal Ilmiah Lokal & Internasional - MasterJurnalHalo! Adakah yang bisa kami bantu? :) .
    Cek dahulu halaman FAQs kami.

     
    Download Jurnal Ilmiah Lokal & Internasional - MasterJurnal