Pendekatan dan Teknik Narrative Therapy - MasterJurnal
Cari Jurnal Ilmiah? Tinggal Klik-Klik, Beres!

Pendekatan dan Teknik Narrative Therapy

Oleh Staf • 24 October 2014 • Kategori: Blog

about

Dalam narrative therapy, sering dimulai dengan mendengarkan dan mengakui cerita klien. Mendengarkan secara aktif keluarga klien atau narasi budaya klien untuk memahami bagaimana bagaimana klien melihat diri mereka sendiri, bagaimana mereka mendefinisikan tantangan dan solusi, dan sikap mereka terhadap perubahan (Woodcock, 2001; Freeman dan Couchonnal, 2006). Dalam mendengarkan secara aktif, perlu keterampilan untuk menyadari prasangka yang ada.

Dengan demikian, narrative therapist didorong untuk mengeksplorasi kisah-kisah pribadi dan budaya mereka sendiri, serta pengalaman masa lalu untuk menghindari bias pengalaman mereka sendiri dan sengaja melakukan penyaringan narasi klien yang terkait (Coulehan et al, 1998;. Woodcock, 2001;. Androutsopoulou et al, 2004).
Aspek penting lain dari pendekatan naratif adalah mengakui hak klien untuk tantangan mereka dan menentukan realitas mereka sendiri. Hal ini membutuhkan terapis untuk mengadopsi pendekatan terapi konvensional dan konseling pada umumnya menuju pendekatan naratif agar memungkinkan klien menjadi ahli. Sebuah kemitraan terbentuk, klien dan terapis bekerja sama sebagai rekan “penulis” dalam proses eksplorasi bersama tentang masalah yang dirasakan (Nicholas dan Schwartz, 2006).

Proses ini bersifat kolaboratif, terapis bertindak sebagai fasilitator pembicaraan, menciptakan ruang bagi cerita baru dan makna. Beberapa strategi untuk membantu klien untuk menentukan tantangan mereka, termasuk menunjukkan bahwa mereka memberikan judul pada narasi mereka, yakni cermin pandangan mereka tentang tantangan dan diri mereka sendiri serta teknik eksternalisasi (Woodcock, 2001;. Androutsopoulou et al, 2004; Jones, 2004; Freeman dan Couchonnal, 2006).

Narrative therapist meyakini bahwa individu bukanlah masalah bagi mereka dan proses eksternalisasi membantu klien untuk melihat bahwa mereka tidak dibatasi oleh cerita mereka sendiri serta berfokus pada pengalaman kecuali untuk masalah mereka hadapi. Dalam menggunakan teknik eksternalisasi, terapis dapat mendorong klien untuk menggunakan label, merealisasi atau bahkan mempersonifikasi masalah, guna memungkinkan mereka untuk dilihat sebagai entitas yang terpisah. Misalnya, orang tidak cemas, tapi disusul oleh kecemasan. (Coulehan et al, 1998;. Woodcock, 2001; Dallos, 2004; Nicholas dan Schwartz, 2006). Teknik ini bermanfaat untuk mengurangi ketidakberdayaan dan membuka ruang baru untuk perubahan.

Teknik kedua dan yang terkait berasal dari “pemetaan” masalah, melibatkan pertanyaan-pertanyaan untuk mendorong klien menentukan sejauh mana masalah tersebut mempengaruhi kehidupan mereka (Jones, 2004; Nicholas dan Schwartz, 2006). Misalnya, pertanyaan seperti “Bagaimana kecemasan menjadikan masalah bagi Anda?” dapat dijadikan awalan untuk mengeksplorasi bagaimana klien dapat menggunakan pengaruh mereka sendiri atas masalah yang dihadapi.

Referensi: http://serendip.brynmawr.edu/exchange/node/577.

 
Total 5473 mahasiswa telah terdaftar. Buruan Gabung!
"Cari Jurnal lebih mudah dan cepat berkat MasterJurnal.com", Simak Apa kata mereka >> Disini <<
Promo Diskon 50% sebelum 1 Januari 2015, info lengkap: Klik Disini >>>

    Customer Support

    Download Jurnal Ilmiah Lokal & Internasional - MasterJurnalHalo! Adakah yang bisa kami bantu? :) .
    Cek dahulu halaman FAQs kami.

     
    Download Jurnal Ilmiah Lokal & Internasional - MasterJurnal