Konstruksi Identitas Sosial Perguruan Pencak Silat Pencak Organisasi Ranting Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo

Abtract:

Pencak silat merupakan seni beladiri Bangsa Indonesia yang merupakan warisan leluhur. Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia turut memberi warna dalam bentuk variasi identitas yang dimiliki masing-masing perguruan pencak silat. Ciri-ciri identitas yang dimiliki suatu perguruan pencak silat dipahami dan dimaknai bersama oleh para pesilatnya, begitu pula yang terjadi dalam Perguruan Pencak Organisasi. Identitas suatu perguruan pencak silat dianggap sangat penting oleh para pesilatnya. Untuk itu, para pesilat yang ada di suatu perguruan berusaha menjalankan dan menjaga identitas yang melekat tersebut begitu pula yang terjadi pada Perguruan Pencak Organisasi. penelitian yang mefokuskan di Perguruan Pencak Organisasi ranting Kabupaten Sidoarjo ini berusaha mengungkap bentuk-bentuk konstruksi identitas sosial yang ada di Perguruan Pencak Organisasi. Dalam proses penulisan penelitian ini, metode yang digunakan dengan metode penelitian kualitatif. Dalam pengumpulan data primer digunakan metode wawancara mendalam (indepth interview) terhadap para informan yang telah ditentukan terlebih dahulu dan metode observasi. Selain itu, peneliti mengumpulkan data sekunder yang berupa bacaan teks yang kemudian diterakan dalam daftar pustaka. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, bentukbentuk konstruksi identitas pesilat yang ada dalam Perguruan Pencak Organisasi berdasarkan istilah status keanggotaan dan tingkatan keanggotaan berdasarkan warna sabuk. Dari kedua hal tersebut akan mempengaruhi hak dan kewajiban seorang pesilat. Sosialisasi terkait pengkonstruksian identitas Perguruan Pencak Organisasi dilakukan melalui beberapa proses. Melalui acara Pendidikan dan Latihan (Diklat), merupakan salah satu cara dalam penanaman konstruksi identitas perguruan kepada anggota baru. Berdasarkan temuan data yang ada, dapat disimpulkan bahwa konstruksi identitas pesilat Perguruan Pencak Organisasi
secara umum dilihat dari tingkatan warna sabuk yang dimiliki. Dari tingkatan keanggotaan berdasarkan warna sabuk tersebut akan mempengaruhi istilah dan status keanggotaan seorang pesilat. Proses-proses sosialisasi terkait dengan
konstruksi identitas perguruan terhadap anggota, ditanamkan sejak seorang anggota pertama kali bergabung dengan pemberian materi yang umum terkait dengan Perguruan Pencak Organisasi. Peran senior, pelatih, dan pendekar menjadi sangat penting dalam penanaman konstruksi identitas perguruan kepada para anggota baru.


Keywords: konstruksi identitas, pencak silat, Perguruan Pencak Organisasi, proses sosialisasi
Categories: Psikologi, Sosial Humaniora