Study Al-Qur’an: Perspektif Muhammad Arkoun

Abstract:

Merupakan fakta umum bahwa orang- orang yang sezaman dengan Nabi Muhammad banyak dibentuk dan ditaklukkan oleh bentuk tunggal di mana firman Allah disampaikan oleh Muhammad. Muhammad menjadi figur sentral rujukan terhadap semua masalah yang dihadapi manusia saat itu dengan menjelaskan al- Qur’an sebagai sumber utama
yang merupakan bahasa umat saat itu.

Sejalan dengan perkembangan dan tuntutan fenomena kehidupan, dewasa ini terjadi korelasi yang kohesif anatara ilmu dan penelitian sehingga keduanya tidak mungkin mampu dipisahkan. Kajian al-Qur’an yang sangat panjang dan luas dalam perkembangkannya bisa dikelompokkan dalam tiga dekade, kodifikasi teks, penerjemahan teks dan dekade upaya umat Islam dalam memahami teks tersebut. Dalam tiga dekade tersebut, Arkoun memposisikan diri pada kajian yang pertama dengan menguak proses pewahyuan al-Qur’an dari dzat maha absolut, Allah SWT kepada manusia yang serba
terbatas dengan penjelasan teori ilmiah.

Arkoun adalah seorang ilmuan, pemikir Islam yang sangat terkenal yang dilahirkan di negara Aljazair yang dilanjutkan pengembangan intlektual dan karirnya di negara Perancis. Pemikirannya yang cemerlang mengkombinasikan antara konsep- konsep filsafat dan teori ilmiah moderen termasuk kritiknya yang sangat tajam terhadap fenomena pewahyuan al-Qur’an. Gagasannya menjadikan al-Quran terbukti secara ilmiah dengan istilah “Nalar Islami dan Nalar Moderen”, yang mampu menyatukan fenomena global dengan peradaban Islam.

Tulisan ini akan membahas pemikiran Arkoun, yang dilanjutkan dengan produk pemikirannya tentang pewahyuan al-Qur’an sampai menjadi kitab yang tertutup (Official Clossed Corpus).


Keywords: al-qur'an, muhammad arqoun, study
Categories: Keislaman